Ketika Kaki dan Tangan Bicara

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Itulah sebagian bait lagu dari salah satu untaian nada almarhum Chrisye Ketika Tangan dan Kaki Bicara. Sungguh sangat dalam maknanya. Pantas kalau Chrisye dalam pengakuannya mengatakan bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu yang membuat dia berkali-kali mengulanginya untuk bisa menyelesaikan bait-bait lagu itu. Cucuran airmata Chrisye mengganggunya untuk menyelesaikan bait-demi bait, membuat dia ‘complain’ dan mengadu pada Taufik Ismail sang penggubah lagu.

Pantas sangat dalam, selain karena di gubah oleh seorang sastrawan yang tidak diragukan kafabilitasnya, lagu ini di adopsi Taufik dari untaian kata ‘Sang Maha Pujangga’ dalam Surat Yasin.

Paduan antara Chrisye sang legenda lagu-lagu melankolis dan Taufik sang sastrawan, membuat lahirnya sebuah lagi yang syahdu yang bisa membuat diri merinding dan sadar akan tanggung jawab di akhirat kelak.

Chrisye adalah seorang pelantun musik yang mendasarkan karirnya pada cinta. Kecintaannya pada bermain musik membuat dia perang bathin ketika ayahnya menginginkan dia untuk jadi diri yang lain, bukan pemusik. Dilema Chrisye antara menghormati keinginan sang ayah dan kecintaannya kepada musik membuat dia jatuh sakit. Untung sang ayah adalah orang yang bijak, yang mengerti kemauan anaknya yang punya semangat baja untuk berkarir dalam jalur musik. Dan Chrisye tidak salah…

Sampai sekarang, sejarah, khususnya orang-orang Indonesia, mencatat Chrisye sebagai seorang legenda. Suara khasnya, lirik-lirik lagunya, ‘kelebihannya’ yang tidak bisa berjoged ketika bernyanyi, tak mudah dilupakan orang.

Bait lagu diatas dan bagaimana Chrisye menyanyikannya merupakan salah satu bukti totalitasnya dalam bermusik. Meresapi makna-makna yang terkandung di dalamnya sambil mendengarkan suara khasnya dipentas layar dunia ‘youtube’ dikeheningan malam akan membuat pendengarnya larut. Larut dalam pengembaraan spiritualitas menatap masa dimana ‘kaki dan tangan bicara’ untuk mempertanggungjawabkan jalan kehidupan yang dilaluinya.

Mudah-mudahan lantunan Chrisye bisa mengalirkan pahala bagi sang ‘muallaf’ diakhirat sana, Amin. Bukankah Nabi pernah mengatakan ‘man sanna sunatan hasanatan falahu ajruha waajru man amila ba’dah’ (barangsiapa meretaskan jalan kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala dari pekerjaannya dan juga mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya). Sebutir keinsyafan dari seorang anak manusia karena mendengarkan lagu itu, mudah-mudahan menjadi ibadah bagi sang legenda. Semoga…!

Iklan

~ oleh halliva pada November 29, 2007.

7 Tanggapan to “Ketika Kaki dan Tangan Bicara”

  1. Lagu-lagu Chrisye semuanya indah didengar, termasuk lagu diatas

  2. Aq suka lagu ini. Lagu ini selalu mengingatkan aq tentang pertanggungjawaban smua apa yang sudah aq lakukan ke pada Rabb ku…
    Mengingatkan untuk slalu menjaga mata, telinga, mulut, arah langkah/tujuan dan semua pemberianNya…
    Robbana….

    Salam kenal Mbak…

    -zahra-

  3. Salam kenal juga Mbak Zahra, makasih udah mampir.

  4. Betul Mas Rayyan, lagu-lagu Chrisye memang enak didengar.

  5. Halo Halliva,
    Kini giliranku masuk Blog Anda ya. Lagu itu diangkat dari sebuah hadits ttg pertanggungjawaban amal kelak dihadapan Allah Azza wa Jalla. Jadi takut mengingat diri yang hina, berlumur dosa dan berlimbah kekurangan. Di blog saya, kalau mau, Anda bisa masuk ke rubrik Kitab Paradigma Hikmah Lima, disitu akan ditemukan nasihat-nasihat agama yang unik dan bermanfaat.

    Blog Anda bagus, selamat ya.

    Moef

  6. Makasih atas kunjungan baliknya Moef…nanti saya coba liat-liat di blog Mas, terutama pada entry Kitab Paradigma Hikmah. Thanks

  7. Rupanya Halliva seorang pendidik ya? Blognya ada ttg pendidikan anak. Selamat!! aku sering jadi instruktur program-program pendidikan lho (ga nanya ya? hehe…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: