Menyelamatkan Kematian Bayi

Hari ini iseng-iseng membuka website Kick Andy yang berisi rekaman talkshow yang biasa ditayangkan di metro TV setiap Kamis malam dengan pembawa acara Andy F. Noya. Dari arsip yang ditonton hampir semuanya menarik. Salah satu yang menarik adalah ketika yang menjadi bintang tamu adalah Tiara Lestari. Bukan karena kontroversinya pernah tampil di playboy yang saya maksudkan dengan menarik, tapi tentang kehamilannya dan komentar dari ibu mertuanya tentang kehamilan dan rencana kampanye inisiasi dini ketika nanti Tiara melahirkan.

Mertua Tiara Lestari adalah seorang dokter yang sering mengkampanyekan perlunya seorang bayi memperoleh Air Susu Ibu. Hal yang menjadi catatan saya adalah ketika sang mertua mengatakan bahwa menurut penelitian, seorang bayi yang lahir sebaiknya disimpan atau diletakkan di dada ibunya kira-kira tiga puluh menit sampai satu jam. Bayi sebaiknya diletakkan didada ibu yang baru melahirkan dan biarkan sang bayi secara natural mencari-cari sendiri sampai dia menemukan tetek ibunya untuk menyusui. Hal ini adalah pendapat yang baru dan bahkan tidak pernah dipraktekan oleh suster atau dokter yang membantu sang ibu melahirkan. Biasanya di rumah sakit-rumah sakit bersalin di Indonesia, setelah bayi lahir dan dipotong ari-arinya seorang bayi akan dimandikan, dibedong atau dijejeli tetek ibunya untuk menyusui.

Maksud dari menyimpan bayi didada ibunya selama minimal 30 menit adalah selain untuk inisiasi menyusui dini, ternyata suhu dada seorang ibu yang baru melahirkan akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Jika bayi kepanasan maka suhu dada ibu secara otomatis akan turun 1-2 derajat celcius, begitu juga kalau bayi kedinginan suhu dada sang ibu akan menyesuaikannya. Hal ini akan baik bagi kondisi bayi ketimbang disimpan di tempat lain termasuk incubator. Jika hal ini bisa dilakukan, menurut penelitian dan kata mertua Tiara Lestari, usaha ini akan bisa mengurangi kematian bayi, menurutnya 22% angka kematian bayi dibawah 24 hari bisa dihindarkan. Inilah menurut saya salah satu awal untuk menyelamatkan dan memaksimalkan potensi anak dikemudian hari.

Kabar ini saya kira sangat menarik dan perlu ditindaklanjuti, baik melalui penelitian lanjutan maupun dengan mensosialisasikannya kepada para suster atau bahkan dokter untuk menyelamatkan sang bayi dari kemungkinan meninggal di usia dini. Bagi mertua Tiara, selama tiga puluh lima tahun berpraktek menjadi dokter, belum pernah melihat seorang bayi yang baru lahir diletakkan didada ibunya untuk waktu minimal 30 menit, selain ketika dia menyaksikan cucu pertamanya dilahirkan. Bagi umat Islam, akan sangat indah melihat bayi yang baru lahir disimpan didada ibunya, kemudian meminta sang ayah mengumandangkan adzan di telinga kanannya dan iqomat ditelinga kirinya. Mungkinkah anjuran Sang Pencipta itu sebenarnya untuk memberikan kesempatan bagi sang bayi mendapatkan kehangatan dari dada ibunya dan bisa mencari putting susu ibunya untuk mendapatkan ASI diawal kelahirannya? Wallahu A’lam.

~ oleh halliva pada November 25, 2007.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.