Minggu (5): Cermin dan Bandul

•Desember 4, 2007 • 1 Komentar

Pada minggu kelima ini, bayi akan dilatih untuk mengenali wajahnya dan melatih pendengaran. Bagaimana caranya?

Gunakan cermin (lebih bagus yang tidak mudah pecah) atau pegang si bayi dan dekatkan secara wajar untuk melihat dirinya di kaca besar. Apakah si bayi tersenyum atau merengek halus? Jika ya, berilah dia senyuman atau rengekan kembali. Bicaralah kepada bayi dan panggil namanya sambil anda berdua melihat cermin. Apakah bayi anda berusaha menggapai bayangannya yang ada di kaca? Gunakanlah suara yang ekspresif ketika anda berbidara dengan bayi anda.

Sandarkan bayi anda di kursi bayi. Yakinkan untuk menopang kepala bayi dengan ban leher atau gulungan selimut. Gantungkan sebuah gulungan katun, gambar muka yang ditulis di piring kertas, atau benda apa saja yang aman, di depan bayi.

Dorong benda yang digantung tersebut sehingga benda itu mengayun ke depan dan belakang seperti bandul. Usahakan untuk memotivasi si bayi untuk melihat ayunan benda itu ke depan dan kebelakang.

Ulangi beberapa aktivitas yang disarankan pada minggu pertama. Anda barangkali malas melakukannya, tetapi bayi anda membutuhkan pengulangan-pengulangan untuk menyadarkannya dan berasosiasi.

Minggu (4): Membuat Ayunan Kecil

•Desember 3, 2007 • 1 Komentar

Aktivitas minggu keempat ini adalah latihan untuk membantu bayi mengembangkan potensinya dalam berinteraksi dengan orangtua, mengenal benda-benda bergerak dan suara.

Potonglah sebuah benda yang elastis terbuat dari karet dengan ukuran satu centimeter lebarnya dan panjangnya 10-20 centimeter lebih panjang dari pelbet bayi. Bikinlah sebuah ayunan kecil sebagai alat untuk menggantungkan beberapa mainan kecil si bayi.

Hari pertama, coba untuk menarik perhatian bayi dengan cara menggerakan gulungan katun yang digantungkan diatas mainan ayunan ke belakang dan ke depan. Amati mata bayi anda. Apakah dia melihat gulungan katun berayun? Apakah bayi berusaha untuk menangkap gulungan katun? Apakah bayi anda tersenyum? Bicaralah pada bayi ketika anda berinteraksi dengannya.

Pada hari kedua, tempelkan tutup botol plastic yang sudah dibungkus oleh alumunium foil yang berkilau. Ikuti prosedur pada tutup plastic seperti pada gulungan katun sebelumnya. Amati reaksi bayi. Kemudian gerakan gulungan kapas dan tutup plastic maju dan mundur. Amati untuk melihat bagaimana respon bayi terhadapnya.

Pada hari berikutnya, tempelkan sebuah bel yang menggerincing atau mainan bayi yang lain secara aman pada ayunan tadi. Gerakan bel tersebut untuk mengeluarkan bunyi. Amati reaksi bayi. Apakah bayi berusaha untuk menyentuh benda yang mengeluarkan bunyi itu?

Minggu (3): Memindahkan Benda

•November 30, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Amati respon mata bayi anda. Apakah mata bayi anda focus melihat anda? Peganglah sebuah mainan yang kalau digoyangkan akan berbunyi atau benda lain percis didepan mata si bayi. Apakah bayi melihat benda itu? Pindahkan mainan itu dari kiri ke kanan. Apakah mata bayi ikut mengikuti dari kiri ke kanan?

Jika bayi anda tidak bereaksi terhadap benda yang tidak bergerak atau mainan yang bisa digoyangkan, jangan terlalu khawatir. Karena kemampuan bayi tidak sama perkembangannya pada area-area mana saja mereka berkembang. Meskipun demikian, yakinkan diri anda untuk mengulangi aktivitas ini berulang-ulang pada hari-hari berikutnya, dan amati reaksi bayi. Ini merupakan awal latihan menggerakan mata dari kiri ke kanan. Ini merupakan sebuah bahan sebagai sarana untuk bisa membaca dikemudian hari.

Ulangi latihan-latihan yang disarankan pada minggu pertama. Sentuh dan pindahkan kepala si bayi dengan hati-hati dari satu sisi ke sisi lainnya. Sentuh dan gerakkan tangan kiri dan kanan si bayi. Rapatkan dua telapak tangan bayi secara bersamaan. Sentuh dan gerakkan kaki kiri dan kanan si bayi. Begitu juga ulangi latihan menggerakan mata atau melihat cahaya yang disarankan pada minggu kedua dan ingat untuk berbicara, menyanyi, bersenandung atau memainkan musik yang halus.

 

Ketika Kaki dan Tangan Bicara

•November 29, 2007 • 7 Komentar

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Itulah sebagian bait lagu dari salah satu untaian nada almarhum Chrisye Ketika Tangan dan Kaki Bicara. Sungguh sangat dalam maknanya. Pantas kalau Chrisye dalam pengakuannya mengatakan bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu yang membuat dia berkali-kali mengulanginya untuk bisa menyelesaikan bait-bait lagu itu. Cucuran airmata Chrisye mengganggunya untuk menyelesaikan bait-demi bait, membuat dia ‘complain’ dan mengadu pada Taufik Ismail sang penggubah lagu.

Pantas sangat dalam, selain karena di gubah oleh seorang sastrawan yang tidak diragukan kafabilitasnya, lagu ini di adopsi Taufik dari untaian kata ‘Sang Maha Pujangga’ dalam Surat Yasin.

Paduan antara Chrisye sang legenda lagu-lagu melankolis dan Taufik sang sastrawan, membuat lahirnya sebuah lagi yang syahdu yang bisa membuat diri merinding dan sadar akan tanggung jawab di akhirat kelak.

Chrisye adalah seorang pelantun musik yang mendasarkan karirnya pada cinta. Kecintaannya pada bermain musik membuat dia perang bathin ketika ayahnya menginginkan dia untuk jadi diri yang lain, bukan pemusik. Dilema Chrisye antara menghormati keinginan sang ayah dan kecintaannya kepada musik membuat dia jatuh sakit. Untung sang ayah adalah orang yang bijak, yang mengerti kemauan anaknya yang punya semangat baja untuk berkarir dalam jalur musik. Dan Chrisye tidak salah…

Sampai sekarang, sejarah, khususnya orang-orang Indonesia, mencatat Chrisye sebagai seorang legenda. Suara khasnya, lirik-lirik lagunya, ‘kelebihannya’ yang tidak bisa berjoged ketika bernyanyi, tak mudah dilupakan orang.

Bait lagu diatas dan bagaimana Chrisye menyanyikannya merupakan salah satu bukti totalitasnya dalam bermusik. Meresapi makna-makna yang terkandung di dalamnya sambil mendengarkan suara khasnya dipentas layar dunia ‘youtube’ dikeheningan malam akan membuat pendengarnya larut. Larut dalam pengembaraan spiritualitas menatap masa dimana ‘kaki dan tangan bicara’ untuk mempertanggungjawabkan jalan kehidupan yang dilaluinya.

Mudah-mudahan lantunan Chrisye bisa mengalirkan pahala bagi sang ‘muallaf’ diakhirat sana, Amin. Bukankah Nabi pernah mengatakan ‘man sanna sunatan hasanatan falahu ajruha waajru man amila ba’dah’ (barangsiapa meretaskan jalan kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala dari pekerjaannya dan juga mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya). Sebutir keinsyafan dari seorang anak manusia karena mendengarkan lagu itu, mudah-mudahan menjadi ibadah bagi sang legenda. Semoga…!

Minggu (2):Respon Bayi Terhadap Cahaya

•November 28, 2007 • 1 Komentar

Bagaimana respon bayi anda terhadap cahaya? Pada waktu dilahirkan seorang bayi sangat sensitive terhadap cahaya, dan benda-benda yang bergerak. Bayi biasanya akan merespons dengan cara menolehkan kepalanya untuk mengikuti stimulus yang ada. Mata seorang bayi terkadang  akan kelihatan tidak focus. Tetapi jangan khawatir. Buka tirai, singkapkan gordeng dan biarkan cahaya masuk dari jendela. Amati bahwa bayi anda akan menolehkan kepalanya ke arah cahaya. Tutup tirai atau gordeng dan hidupkan lampu di sudut kamar yang lainnya atau gunakan senter. Hindari menyorotkan cahaya pada mata si bayi. Biarkan cahaya bersinar didinding. Amati jika bayi anda menolehkan kepalanya mengikuti arah cahaya. Anda sedang membuat si bayi sadar akan adanya sisi kanan dan kiri, dan pada waktu yang bersamaan anda sedang mengajarkan si bayi untuk bereaksi terhadap stimulus cahaya. Anda juga sedang mengajarkan si bayi untuk menolehkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain. Anda akan mendapatkan bagaimana bayi anda belajar mengenal dan merespon terhdaap suara ibunya pada pertumbuhannya yang sangat awal.

Ulangi aktivitas-aktivitas diatas dari waktu ke waktu dalam minggu itu. Berusahalah untuk konsisten dalam hal berinteraksi dengan bayi anda yang akan membantu mencegah bayi dari ketertinggalan belajar.

Ulangi juga seluruh aktivitas yang disarankan pada minggu pertama. Bayi belajar dengan sangat baik pada usia ini dengan cara rote learning (menghapal diluar kepala tanpa berpikir). Karenanya anda perlu mengulangi aktivitas ini berulang-ulang. Secara perlahan si bayi akan belajar hal-hal yang baru.

Ingat untuk berbicara, menyanyi, bersenandung atau bermain musik. Bayi membutuhkan stimulus yang berhubungan dengan pendengaran.

Usia Minggu (1): Menggerakan Anggota Tubuh

•November 27, 2007 • 2 Komentar

Pada minggu pertama, si bayi harus diamati gerakan anggota tubuhnya .Amati pergerakan kepala bayi. Apakah kepalanya suka menoleh? Bantu kepala bayi dengan menggunakan ban leher, selimut, tangan, pangkuan atau ayunan tangan. Apakah kepala si bayi menoleh dari satu sisi ke sisi yang lainnya? Jika tidak, gilirkan kepala si bayi ketika dia dalam posisi berbaring. Hal ini akan membantu bayi untuk menyadari adanya dua sisi dari kepalanya.

Amati pergerakan tangan si bayi. Apakah si bayi mempunyai genggaman yang kuat? Biarkan si bayi merebut dan memegang jari anda. Genggaman adalah sipat refleks bayi yang dibawa sebelum lahir dan akan terus melemah ketika kordinasi antar mata dan tangan si bayi berkembang. Ketika anda bermain dengan atau memegang bayi, letakan kedua telapak tangan si bayi bersama-sama. Ini akan membantu mengembangkan rasa dan kesadaran si bayi terhadap adanya dua sisi pada tubuhnya.

Amati pergerakan lengan si bayi. Pegang dengan agak keras lengan kiri si bayi dan perhatikan apa reaksinya. Begitu juga pegang dengan keras lengan kanan si bayi dan perhatikan apa reaksinya.

Amati kaki-kaki si bayi. Tekan sedikit keras kaki kiri si bayi dan perhatikan reaksinya, begitu juga dengan kaki kanannya, tekan sedikit keras dan perhatikan reaksinya.

Aktivitas minggu ini tujuan utamanya adalah untuk mengamati pergerakan dan reaksi dari bayi anda. Dengan menyentuh bagian-bagian bayi berarti anda telah memberikan kesadaran pertama pada tubuh si bayi tentang sentuhan.

Selama anda melakukan latihan pada bagian-bagian tubuh si bayi pada minggu-minggu awal, anda akan melihat bahwa si bayi akan merentangkan tangan dan kakinya karena dia akan beradaptasi terhadap lingkungannya yang baru.

Berbicaralah dengan bayi anda. Gunakan kalimat yang pendek yang merefleksikan kepribadian anda. Bernyanyi atau bersenandung kepada bayi anda. Jika anda memilih untuk tidak menyanyi atau bersenandung, gunakanlah alat musik atau tape dan mainkan musik ninabobo yang lembut. Hal ini akan menstimulus kemampuan pendengaran sang bayi.

 

Mengoptimalkan Kemampuan Bayi Sejak Dini

•November 26, 2007 • 3 Komentar

Menurut penelitian para ahli, otak manusia harus dimaksimalkan pertumbuhan kemampuan intelektualnya pada usia tiga tahun pertama seorang bayi; semakin muda si bayi diberi stimulus pada otaknya, semakin kuat efek yang ditimbulkannya.

Bahkan memulai pendidikan pada usia lima tahun dipandang terlalu terlambat. Karena perkembangan otak seorang bayi sebelum usia satu tahun adalah lebih cepat. Bayi dilahirkan dengan bermilyar-milyar sel otak, lebih banyak dibanding apa yang mereka punyai ketika mereka berusia tiga tahun, bahkan hampir dua kali lebih banyak ketika mereka berusia dewasa.

Pengalaman-pengalaman sensorik akan mempengaruhi sel-sel otak dan hubungan antar sel yang bisa bertahan hidup atau mati. Synapses pada otak yang tidak dikuatkan oleh stimulus (seperti suara, musik, penglihatan, mencium, menyentuh) akan melemah dan mati.

Perkembangan otak sangat mudah terancam oleh pengaruh lingkungan. Lingkungan akan mempengaruhi jumlah sel otak, hubangan antara sel, dan cara hubungan-hubungan itu tersambung . Orang dewasa diperkirakan mempunyai 1,3kg walnut (bola otak) yang berisi milyaran sel otak dan triliunan synapses yang jumlahnya bervariasi tergantung pada lingkungan dimana si bayi tumbuh, apakah tumbuh pada lingkungan yang kaya stimulus atau yang miskin stimulus. Keadaan alam lingkungan berpengaruh pada masa kanak-kanak bagaikan seorang pematung yang memahat sel-sel otak sehingga otak bisa berfungsi lebih efisien.

Waktu adalah sangat penting. Karenanya stimulasi pada otak diawal pertumbuhannya adalah sangat penting untuk pertumbuhan fungsi sensor otak. Memori, dan respon-respon physiologis dibentuk pada perkembangan awal ketika sel-sel otak terus berubah. Bayi yang memperoleh stimulus tambahan rata-rata mempunyai IQ 20 poin lebih dibanding bayi yang tidak memperolehnya. Anak yang tidak memperoleh stimulus permainan dan sentuhan yang selayaknya menyebabkan pertumbuhan otaknya 20-30 percent lebih kecil dari bentuk normal.

Karenanya, mari para orang tua yang peduli akan sumberdaya manusia yang unggul dimasa yang akan datang, untuk memulai memikirkan hal ini dan mempraktekannya pada anak-anak kita. Mudah-mudahan di masa yang akan datang, kita memiliki anak-anak yang unggul dan siap membangun bangsa ini. Maka mulailah…! bagaimana caranya? Ikuti tip-tip selanjutnya di blog ini. Tips akan disarikan dari buku ‘Fun Start” karya June R. Oberlander.

 

 

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.